Siaran Pers – Pesona Indonesia

 

MATASORA WORLD MUSIC FESTIVAL

22 – 23 Juli 2017

BEAT THE TRADITION

Dalam peradaban kota-kota  di seluruh dunia, sebuah perayaan / festival merupakan bentuk ekspresi kreatif warganya. Sebuah festival menggambarkan gairah warga kota, menciptakan energi, inspirasi serta berfungsi sebagai penggerak denyut ekonomi. Dalam fungsi sosialnya, festival dapat menjadi sebuah ajang pencerahan terhadap beragam isu publik yang dikemas secara santai nan menghibur. Kita tentu ingat bagaimana festival besar seperti WOODSTOCK di tahun 1969 dapat merespon isu global terkait perang Vietnam, yang memaksa pemerintah Amerika Serikat mengakhiri perang Vietnam juga menghasilkan generasi budaya baru para “hippies” dan “Flower generation”. Di Inggris sejak tahun 1982 festival seperti WOMAD yang di inisiasi oleh Peter Gabriel telah mampu merubah perspektif masyarakat tentang “racism”, pun demikian RAINFOREST MUSIC FESTIVAL yang diinisiasi oleh Randy Raine semenjak tahun 1997 di Sarawak-Malaysia berhasil menumbuhkan keterlibatan dan kesadaran masyarakat dunia dalam menjaga hutan hujan.

MATASORA World Music Festival adalah sebuah perhelatan yang telah didukung oleh Kementrian Pariwisata untuk meningkatkan dialog multicultural kunjungan pariwisata Indonesia. Festival unik ini diproyeksikan untuk membuka hati dan pikiran para pengunjung tentang keberagaman kebudayaan dunia melalui musik, sebagai salah satu bahasa perekat beragam perbedaan. Festival ini akan diselenggarakan pada tanggal 22 – 23 Juli 2017 di Gudang KAI Kota Bandung Jalan Sukabumi no.20, Bandung, Jawa Barat.

Festival ini direncanakan untuk dilaksanakan rutin setiap tahun di bulan Juli. Dalam festival ini akan diselenggarakan KONSER MUSIK yang menghadirkan musisi dunia seperti Colin Bass dari Inggris, Electric Fields dari Australia, Sambasunda dari Indonesia, Ramkhamhaeng University dari Thailand, Grace Sahertian dari Indonesia, kolaborasi Gilles Saissi bersama Persahabatan, Patrick Shaw Iversen dari Norwegia, dan beberapa musisi lainnya.  Rangkaian acara Matasora World Music Festival pun menghadirkan WORKSHOP MUSIK dan TARI dari Jugala, Bulantrisna Djelantik serta Zineer Perccussion, FILM SCREENING oleh Ruang Film Bandung, FOOD BAZAAR yang menghadirkan makanan dari 14 negara, DISKUSI oleh Idhar Resmadi serta Djakawinata Susilo,  hingga ZONA EDUKASI ANAK.

Sejumlah pelaku industri kreatif Nasional maupun Internasional akan diundang untuk menjadi bagian dalam mengkampanyekan pemahaman lintas budaya bagi masyarakat. Sebuah harapan, festival ini dapat menjadi karya yang memperkuat identitas kota Bandung sebagai kota kreatif pun menjadi kebanggaan masyarakat kota Bandung pada masa yang akan datang.

Matasora World Music Festival  menjadi sebuah perhelatan yang akan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Indonesia guna memperkuat hubungan keberagaman budaya di seluruh dunia.

Informasi :

SATRIASATRIA Official

MATASORA WORLD MUSIC FESTIVAL

Jln. Cianjur No 3 Bandung

www.matasora.com

This is the hub for all media in the months leading up to Matasora World Music Festival – use it to access press materials, to request interviews and to apply for on-site media accreditation.